Postingan

Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi (Faradilah Salsabila)

“#dirumahaja?” “bosen deh”, “pusing banyak tugas”, “serem deh sekarang kalau liat berita”, “sedih, ga bisa kumpul bereng temen” Hal diatas mungkin sering kita dengar atau bahkan kita rasakan? saat ini seluruh manusia tengah menghadapi perubahan kehidupan yang besar, yang disebabkan oleh adanya pandemi covid -19. Covid -19 ini menjadi pusat perhatian, dimana dampak yang ditimbulkannya sangat luas, pemberitaan-pemberitaannya pun santer ditayangkan seluruh media. Pandemi ini pula, membuat keseluruhan gerak manusia dibatasi, yang akhirnya muncul gerakan #dirumahaja untuk memutus rantai penyebaran dan menyelesaikan pandemi ini. Salah satu dampak dari pandemi ini dirasakan juga oleh remaja. Beban fisik serta psikologis dirasakan oleh remaja. Banyak mendengar berita buruk mengenai covid, lingkungan dan cara mereka bergaul berubah, beban pendidikan yang semakin bertambah, serta kondisi keluarga dimana tingkat konflik orang tua dan anak justru kini semakin meningkat, akhirnya menyeba...

Yuk Kita Kenali Quarter Life Crisis Mulai dari Sekarang! (Ulfatun Sa’diyah)

“Duh, besok lulus kuliah kerja di mana ya? Atau mau lanjut kuliah lagi aja. Tapi...” “Si A, seumuran sama aku udah kerja sambil kuliah, kok aku ngga bisa ya?” “Aku salah jurusan kayaknya deh, ngga ada passion banget dibidang ini. Umur 21 tahun harusnya udah lulus kuliah, tapi ini...” “Temenku umur 22 udah tunangan, kok aku boro-boro, temen deket aja ngga punya.” Pernah merasakan hal tersebut? Atau bahkan sedang mengalaminya? Nah, mungkin kamu mengalami yang disebut Quarter Life Crisis (QLC). QLC secara sederhana dapat didefinisikan sebagai periode perubahan dari masa remaja ke masa dewasa awal yang membutuhkan banyak perjuangan baik lahir maupun batin. Perubahan-perubahan tersebut dapat tejadi di semua aspek kehidupan, baik secara emosi, fisik, maupun spiritual, sehingga tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan krisis emosional. Kiris tersebut bisa berupa kegalau-an terhadap karir, hubungan, ekonomi, keuangan, maupun masa depan.  QLC rata-rata dirasakan ol...

Apa Itu Identitas dan Peran Gender

Menurut World Health Organization (WHO), gender adalah sifat perempuan dan laki-laki, seperti norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan wanita, yang dikonstruksi secara sosial. Gender dapat berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lainnya, serta dapat berubah sering waktu. Gender adalah pembedaan (bukan perbedaan) antara laki-laki dan perempuan baik dalam bentuk nilai, posisi,peran, maupun relasi, yang merupakan bentukan sosial.Kontruksi sosial ini dipengaruhi tempat,waktu,suku/ras, politik,ekonomi, sosial budaya, dan interpretasi agama sehingga sesungguhnya bisa berubah.  Identitas Gender merujuk pada penghayatan seseorang terhadap gendernya, termasuk pengetahuan, pemahaman, dan penerimaan menjadi seorang pria atau wanita (Egan & Perry, 2001). Salah satu aspek identitas gender adalah mengetahui apakah anda perempuan atau laki-laki, di mana sebagian besar anak-anak dapat melakukannya pada usia sekitar 2,5 tahun (Blakemore, Berenbaun, & Libe...

Menolak Diam, Jangan Bungkam

Permasalahan mengenai perempuan semakin mengemuka dewasa ini. Tuntutan-tuntutan atas hak dan kebebasan perempuan digaungkan. Isu-isu gender semakin berkembang dengan salah satu isu dominan yakni kekerasan seksual. Kekerasan seksual merupakan kekerasan berbasis gender yang berdasarkan pemantauan Komnas Perempuan meliputi Perkosaan; Intimidasi Seksual termasuk Ancaman atau Percobaan Perkosaan; Pelecehan Seksual; Eksploitasi Seksual; Perdagangan Perempuan untuk Tujuan Seksual; Prostitusi Paksa; Perbudakan Seksual; Pemaksaan perkawinan, termasukcerai gantung; Pemaksaan Kehamilan; Pemaksaan Aborsi; Pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi; Penyiksaan Seksual; Penghukuman tidak manusiawi danbernuansa seksual; Praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan; Kontrol seksual, termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama. Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Komnas Perempuan mencatat pa...

Press Release: Festival Gemas Banyumas

Gambar
Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 7-8 Maret 2020 telah dilaksanakan kegiatan Festival GenRe Banyumas yang diadakan oleh Forum GenRe Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh PIK yang ada di Kabupaten Banyumas, baik itu PIK di tingkat universitas, sekolah menengah, maupun kecamatan, siswa-siswi Sekolah Dasar di sekitaran Banyumas serta Forum Anak Banyumas. Tema yang diusung pada Festival GenRe Banyumas kali ini adalah “Berkarya Menuju Generasi Berencana yang Berintegritas dan Berbudaya.” Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi oleh berbagai macam kegiatan. Acara pembukaan dilakukan pada hari Sabtu dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke stand seluruh PIK oleh Bapak Ahmad Husein selaku Bupati Kabupaten Banyumas beserta jajarannya. Setiap stand PIK ini akan memamerkan produk miliknya. Adapun produk dari PIK-R Aksiologi yang dipamerkan adalah kaos dan tote bag yang bertuliskan pesan-pesan GenRe. Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan talkshow oleh BKKBN Provinsi Ja...

Remaja Sehat, Mari Kenali Body Dysmorphic Disorder!

Hai PIKers! Remaja seperti kita-kita ini pasti udah enggak asing lagi bukan sama yang namanya media sosial? Sekarang, kita bisa banget untuk mengakses dan mencari kesenangan lewat internet yang mudah sekali ditemui dan digunakan. Tidak dapat dipungkiri, dampak  kecil yang kita rasakan secara langsung adalah interaksi antar manusia yang berkurang akibat minimnya tatap muka atau pertemuan. Ungkapan bahagia, sedih, haru, sampai ujaran kebencian kini mudah sekali kita dapati lewat akses internet. Media sosial menjadi tempat bagi sebagian manusia untuk berkomunikasi melalui aplikasi yang berbeda-beda. Mark Hopkins (2008) menyebutkan bahwa media sosial adalah istilah yang tidak hanya mencakup berbagai platform Media Baru tetapi juga menyiratkan dimasukkannya sistem seperti FriendFeed, Facebook, dan lain-lain yang pada umumnya dianggap sebagai jejaring sosial. Idenya adalah platform media yang memiliki komponen sosial dan sebagai media komunikasi publik. Macam-macam media sosial yang popu...

Pendewasaan Usia Perkawinan, Pentingkah?

         Pada saat ini, banyak sekali kaum muda yang melakukan perkawinan di usia muda. Bisa dibilang fenomena ini dianggap merupakan hal yang lebih baik dilakukan apabila melihat dampak negatif yang akan terjadi apabila seseorang yang melakukan hubungan seks di luar perkawinan yang sah. Namun, dibalik dampak positif untuk menghindari perbuatan zina, ada pula dampak negatif yang akan menimpa kesejahteraan rumah tangga tersebut. Mengapa demikian? Karena terdapat banyak aspek yang memengaruhi rumah tangga yang dijalani oleh pasangan muda. Perlu diketahui bahwa menurut program GenRe (Generasi Berencana), usia ideal bagi seseorang laki-laki untuk menikah adalah 25 tahun, sedangkan untuk perempuan adalah 21 tahun.             Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) tidak hanya sekadar menunda pernikahan sampai pada usia tertentu saja, tetapi juga mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi pada us...