Postingan

PENTINGNYA PENGETAHUAN STUNTING PADA REMAJA

  Ditulis oleh: Ummu Tasyiah Arsa (Humas) Kecukupan gizi dan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia dan sebagai indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Dalam hal ini, menurut Almatsier (2001), gizi akan berpengaruh langsung terhadap kecerdasan dan produktivitas kerja sumber daya manusia. Namun, hingga saat ini Republik Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yang prevalensinya masih cukup tinggi yakni stunting . Data terakhir b erdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan pada tahun 2021 oleh Kementerian Kesehatan menunjukan angka prevalensi  stunting  di Indonesia saat itu masih pada angka 24,4%. Meskipun angka tersebut turun jika dibandingkan dengan survei sebelumnya pada tahun 2018 (30,8%), pemerintah tetap berupaya untuk menargetkan penurunan prevalensinya yang lebih besar lagi. Untuk hal tersebut, keterlibatan se...

Pengaruh Pengetahuan Terhadap Sikap Pencegahan Remaja Mengenai Triad KRR (Seksualitas, HIV/Aids, Napza)

  Ditulis oleh: Nur Shihhah Maulidah dan Lutfinda Dwi Afianti   Dengan perkembangan teknologi, perilaku remaja telah banyak berubah. Perubahan ini lebih cenderung negatif. Hal ini dikarenakan keterbatasan informasi dan emosi yang masih labil, mereka sudah dihadapkan oleh berbagai tuntutan arus globalisasi, yang dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi, mobilitas global dan kemudahan akses informasi oleh kaum muda, serta maraknya isu remaja (Kebebasan Seksual, Narkoba, HIV dan AIDS). Budaya dan karakter pemuda saat ini bertentangan dengan adat istiadat timur. Belum lagi minimnya informasi untuk menghadapi problematika remaja yang semakin berkembang, yang menyebabkan semakin sempitnya cara pandang dan cara berpikir di kalangan remaja (Syaefuddin, 2010). Ketidaktahuan siswa remaja tentang AIDS, siklus reproduksi yang sehat dan penyakit menular seksual adalah hasil dari informasi yang salah dan pergeseran nilai dan perilaku seksual generasi muda menuju seks bebas. Oleh...

HINDARI NARKOBA DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH

 Ditulis oleh: Cahya Dewi Afifah (PSKS) Ismayrenna Dwi S (PSKS)      Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum; seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Berdasarkan survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2019 menunjukan 2,3 juta pelajar dan mahasiswa  di Indonesia pernah menggunakan atau mengkonsumsi narkoba. Angka ini setara dengan 3,2 % dari populasi kelompok tersebut. Pada awalnya, remaja yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika mereka bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudi...

PENTINGNYA PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI

                                  Ditulis oleh             Poppy Tri Wulandari (Bidang PSKS)  Kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting untuk dijaga, apalagi dikalangan remaja saat ini. Karena masa-masa remaja adalah masa terbaik untuk menjadi kebersihan. Menurut WHO, masa remaja adalah mereka yang berusia 12 sampai 24 tahun. Remaja adalah tahap dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Nah, pada masa ini remaja dari segi fisik, finansial maupun psikologi belum siap untuk membentuk sebuah keluarga. Jadi, remaja harus memiliki kesadaran yang lebih akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,  Di Indonesia sendiri pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi bisa dibilang sangat rendah, karena hal tersebut dianggap tabu. Padahal kalau ditelisik lebih lanjut, kesehatan reproduksi memiliki cakupan yang sangat luas. Seperti sistem, proses, fungsi reproduks...

MENGENAL PSKS PIK-R AKSIOLOGI UNSOED

  MENGENAL PSKS PIK-R AKSIOLOGI UNSOED Ditulis oleh Zahra Kirani (Bidang PSKS) Teman-teman mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata “PSKS”, tapi mungkin ada dari teman-teman yang masih asing dengan “PSKS”. PSKS sendiri merupakan salah satu bidang divisi di PIK-R yang memberikan konseling secara langsung kepada kelompok sebaya. Tapi apasih penjelasan lebih lengkapnya tentang PSKS itu? PSKS (Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya) merupakan bidang yang fokus pada pemberian edukasi dan konseling untuk kelompok sebaya. Edukasi yang diberikan meliputi TRIAD KRR, fungsi keluarga, program GenRe, dll. Tujuan dari PSKS antara lain (Salmiati Salmiati, 2018):           1. Untuk membantu mensosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling           2. Meningkatkan kompetensi diri (pribadi yang positif) agar mampu menjadi konselor           3. Membantu memecahkan permasalahan teman sebaya melalui kegiata...

Keluarga Berencana

  Keluarga Berencana Hai Pikkers! Kali ini kita bakal bahas program yang punya moto “Dua Anak Lebih Baik”. Yap! Kita bakal bahas program Keluarga Berencana (KB). Pasti udah pada tau kan? Buat lebih lengkapnya, yuk kita bahas di blog kali ini. Keluarga Berencana atau lebih dikenal dengan KB merupakan program berskala nasional yang bertujuan untuk menekan angka kelahiran dan pertambahan penduduk di suatu negara. Keluarga Berencana merupakan program yang diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 yang dalam pelaksanaanya dijalankan dan diawasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Brencana Nasional (BKKBN). Wujud dari program ini yaitu penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda serta mencegah kehamilan. Tujuan dari program Keluarga Berencana yaitu: Membentuk keluarga kecil sejahtera, sesuai dengan keadaaan ekonomi keluarga tersebut Mencangangkan keluarga kecil dengan cukup dua anak Mencegah terjadinya pernikahan usia dini Menekan angka kematian ibu dan b...

GENDER

  GENDER   Halo, Genrengers! Sudah banyak sekali episode dari kita membahas dunia program ketahanan remaja alias GenRe. Kali ini, kita bakal membahas mengenai “Gender”. Sejauh ini, kita selalu melekatkan gender dengan jenis kelamin tanpa sekat apapun. Padahal, gender dan jenis kelamin itu beda, kawan! Gender lebih kepada pembedaan antara laki-laki dan perempuan yang mengarah kepada nilai, posisi, peran, relasi, sifat, dan lainnya yang merupakan bentukan sosial. Beda dengan jenis kelamin yang mana ia lebih membedakan pada kepemilikan organ reproduksi alias lebih ke arah perbedaan biologis. Gender merupakan pembedaan laki – laki dan perempuan baik itu dalam bentuk peran, relasi, posisi, ataupun nilai, yang termasuk bentukan sosial. Hal yang mempengaruhi konstruksi social meliputi suku/ras, politik, waktu, tempat, social budaya, ekonomi, dan interpretasi agama sehingga sesungguhnya bisa berubah. Gender dan jenis kelamin tidak sama. Karakter seksual sudah ada secara biolog...